Skip to main content

Posts

Mengapa Harus Hari Kartini?

Oleh : Kunam P. Kiri Kartini, seorang perempuan yang lahir pada tanggal 21 April 1879 adalah salah satu – mungkin satu-satunya – pahlawan perempuan yang popular di Indonesia. Perempuan yang terkenal dengan sebuatan Raden Ajeng Kartini ialah perempuan suku Jawa keturunan priyayi . Ayahnya adalah bupati Jepara bernama Raden Mas Ario Sasroningrat. Pada masanya Ia tergolong perempuan terpelajar. Itu bukanlah hal yang mengeherankan, mengingat Kartini seorang anak bangsawan. Sampai usia 12 tahun kartini “mengais” ilmu di ELS (Europese Lagere Shcool), sebuah sekolah bagi keturunan Indo dan bangsawan pribumi. Setelah itu, Ia harus tinggal I rumah sebagai seorang “putri” karena suah dipingit. Inilah yang menjadi nilai tawar bagi seorang perempuanyang harus tunduk pada adat feudal Jawa saat itu. Meski Ia hanya berdiam diri di rumah dan tak mungkin lagi meneruskan pendidikannya, tidak lantas Ia berhenti belajar. Maka, Ia belajar sendiri. Berbekal kemampuan bahasa Belandanya, Ia ban...

Media Berideologi, Perlukah?

Media adalah segala perwujudan komunikasi yang berkaitan dengan nilai-nilai jurnalisme (pemberitaan). Media juga berarti sebagai sarana komunikasi dan informasi perihal   peristiwa maupun kepentingan tertentu. Terdapat dua jenis media yaitu media cetak dan elektronik. Adapun segala bentuk kegiatan di dalamnya disebut sebagai pers, akan tetapi pada gilirannya pers sering dipersepsikan sebagai pegiat media alias subjeks dalam bermedia. Di tengah arus sosio-politik dan sosio-ekonomi, peran media sangat dibutuhkan untuk memuluskan kepentingan-kepentingan yang bersifat materiil. Terutama media-media dengan sirkulasi permodalan yang besar, semisal Jawa Pos, Kompas, Metro TV, Viva.com, dan sebagainya. Sehingga pergeseran makna dan fungsi media tak terelakkan. Apabila dianalisis dengan pisau analisa materialisme historis dialektis, bahwa dunia pers (media) menjadi superstruktur    dari keadaan masyarakat dan yang menjadi basis struturnya adalah ekonomi. Superstruktur i...

Kisah Konyol Menjelang Runtuhnya Uni Soviet

Siapa yang tak tahu Uni Soviet? “Negara” Perserikatan yang menjadi salah satu mantan aktor perang dingin ini telah bubar 23 tahun lalu. Negara – lebih baik disebut perserikatan – yang terletak di Eropa Timur dan kawasan Baltik menyita perhatian dunia pada akhir tahun 1991. Betapa tidak perserikatan ini yang lahir dari kesepakatan meja kongres pada tanggal 30 Desember 1922 – artinya sudah cukup  sepuh  untuk menjadi organisasi yang kuat – luluh lantah diterpa “badai” nasionalisme. Bubarnya Uni Soviet menandai kemenangan blok barat – AS dkk – dan berakhirnya perang dingin. Pada awal berdirinya – tepatnya saat kongres pertama – ada dua pendapatberbeda dalam menformat perserikatan. Pendapat pertama, Josepf Stalin mengusulkan satu perserikatan di bawah Republik Federal Rusia sebagai republik terbesar, dan republik-republik tetap memiliki otonominya. Sedangkan pendapat kedua dari Vladimir Lenin. Meski tak hadir karena sakit keras, Lenin mengirimkan gagasanya dalam sebuah...